Proses Penyembuhan Luka Kronik: Luka yang tidak sembuh-sembuh

Pernahkah Anda mengalami luka yang tidak sembuh-sembuh? Hati-hati! Jika luka sudah satu minggu lamanya namun masih terasa nyeri, kemerahan, dan keluar nanah. Ini bisa menjadi tanda luka mengalami kegagalan untuk sembuh, yang disebut dengan luka kronik.

Luka kronik adalah luka yang tidak berprogres. Luka ini gagal melewati fase normal penyembuhan luka secara teratur. Hingga akhirnya luka tidak sembuh tepat waktu. Seringkali, luka kronis terhenti di fase peradangan. Untuk memahami lebih jelas, berikut contoh luka kronik:

"Ibu susi berusia 30 tahun mengalami lecet di tumit kaki kanan akibat gesekan sepatu. Luka terjadi sejak 2 minggu yang lalu, selama itu luka tidak diberikan perawatan. Kondisi luka lecet saat ini masih terasa sangat nyeri, kemerahan sekitar luka, dan nampak luka kekuningan dan keluar cairan."

Luka yang dialami Ibu susi dapat dikatakan luka kronik karena luka tidak kunjung membaik padahal sudah 2 minggu dan disertai dengan tanda-tanda infeksi. 

Umumnya, perawatan luka kronik membutuhkan waktu optimal  selama 12 minggu. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah persiapan dasar luka dengan rentang waktu yang dibutuhkan selama 2-4 minggu. Debridement memegang peran penting untuk membuat dasar luka bersih dari jaringan mati yang berwarna kuning dan hitam, serta penumpukan bakteri. Cara yang paling aman adalah dengan menggunakan metode debridement autolitik, dimana syarat utamanya adalah  lingkungan luka harus dalam keadaan lembab dengan bantuan Metcovazin® Reguler. 

Faktor yang Berkontribusi Luka Kronis

Ada faktor yang menyebabkan luka gagal sembuh, diantaranya adalah trauma berulang pada luka, tekanan, peningkatan beban bakteri (infeksi), perawatan yang tidak tepat, penyakit penyerta (diabetes melitus, gangguan imun,  HIV, dan gangguan aliran darah), dan gangguan nutrisi.

 

 

Baca Selanjutnya:

Berapa lama proses penyembuhan luka?

Cara merawat luka bernanah aman secara medis

Luka infeksi: Bagaimana bisa terjadi?

 

Sumber:

Wocare. (2021). Tatalaksana perawatan ulkus kaki diabetik.

Gushiken LFS, Beserra FP, Bastos JK, Jackson CJ, Pellizzon CH. Cutaneous Wound Healing: An Update from Physiopathology to Current Therapies. Life. 2021; 11(7):665.